Buku 2 Donny Dirgantoro (Penulis Buku 5cm)

Judul : 2
Penulis : Donny Dhirgantoro
Penerbit : Grasindo
Harga :

Buku ke 2 karya Donny Dhirgantoro (Penulis Buku 5 cm)
Launch, 2 Juli 2011, jam 2 siang, di Gramedia Matraman, Jakarta

Menceritakan seorang perempuan yang terlahir dengan masa depan yang tidak sempurna, perempuan tersebut bernama Gusni. Gusni terlahir dengan badan yang besar dan karena kelainan genetika maka badannya tidak akan pernah turun dan malah akan terus membesar sepanjang usianya. Kelainan genetika ini dipengaruhi juga oleh garis keturunannya, karena kakek buyutnya juga seperti itu dan mereka tidak pernah bisa hidup sampai umur 25 tahun. Beruntung gusni mempunyai keluarga yang sangat menyayanginya, papa, mama dan kakaknya Gita. Keluarganya yang sangat menyukai olahraga badminton atau bulutangkis akhirnya membuat Gusni bercita-cita ingin bermain bulutangkis walaupun keadaan dirinya tidak memungkinkan, dengan kesungguhan dan orang tuanya yang sangat menyayanginya akhirnya Gusni diperbolehkan bermain bulutangkis dan berlatih bulutangkis seperti kakaknya Gita yang sudah duluan dan telah menjadi juara bulutangkis nasional.
Tak diduga, walupun dengan badan yang sangat besar Gusni akhirnya dapat bermain dan berlatih bulutangkis, tidak sampai disitu saja Gusni bisa menjadi pemain timnas nasional Indonesia dan berhak ikut dalam kejuaraan Internasional yang disaksikan seluruh bangsa bersama kakaknya Gita. Dengan bulutangkis jugalah ia mencoba bertahan hidup terus dari penyakit yang ada pada dirinya. Di dalam perjalanan hidupnya juga gusni menemukan kembali pria yang sangat disayanginya, pria yang sewaktu ia kecil sukai dengan kesamaan-kesamaan yang ada dalam diri mereka masing-masing.
Masih seperti buku buku pertamanya 5cm, masih menceritakan tentang Impian, Cita-cita, Cinta dan perjuangan. Namun jika di 5cm lebih bertemakan persahabatan ataupun pertemanan maka di buku 2 ini lebih ke keluarga dan anak. Nasionalisme yang ada pada buku 5cm juga ada pada buku 2, namun lebih kuat dan menonjol dengan bulutangkisnya maka tak salah kalau buku 2 ini juga bertemakan badminton atau bulutangkis.
Dalam buku ini juga kita bisa dibuat tertawa dengan cerita masa SD Gusni yang sepertinya memang kita semua lakukan dan alami. Lalu juga tak ketinggalan kita juga akan termotivasi dengan cerita perjuangan Gusni melawan penyakitnya, papa dan mama yang berusaha menjadi orangtua yang hebat bagi anak-anaknya dan Gita dengan kesungguhannya.
Dalam buku 2 ini juga Donny Dhirgantoro juga menyelipkan beberapa potongan kalimat atau quote yang hebat, contohnya seperti “Lebih enak jadi orang gendut, karena ukuran hatinya pasti lebih besar”, “kamu perempuan, kalau kamu mau nangis, nangis aja. tapi menangislah untuk sesuatu yang baik, bukan sesuatu yang sia-sia”, dan masih ada beberapa lagi yang bisa membuat kita menuliskannya di jejaring sosial. Buku ini saya prediksikan juga akan sukses dan menjadi buku most best seller seperti buku pertama 5cm.
Demikianlah sekilas info kali ini yang mengulas tentang buku 2 dari Donny Dhirgantoro. Ibarat hotel buku ini adalah hotel bintang 5, bukannya lebay tapi memang seperti itu adanya, nggak percaya… ya silahkan dibaca bukunya, dijamin muantabs. Sampai disini dulu sekilas info sampai bertemu di info-info selanjutnya. Selamat membaca!

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pesan Untuk Ikhwan dan Akhwat Ketika Taaruf

Proses taaruf merupakan suatu proses awal menuju proses selanjutnya, yaitu khitbah dan akhirnya sebuah pernikahan. Memang tidak semua sukses sampai tahap itu. Sang Sutradaralah yang mengatur. Semua adalah skenario dan rekayasaNya. Manusia hanya berencana dan ikhtiar, keputusan tetap dalam genggamanNya. Tetapi kita manusia juga diberi pilihan. Hidup adalah pilihan. Mau baik atau buruk, mau syurga atau neraka, mau sukses ato gagal, semua adalah pilihan. Namun tetap Allah Yang Maha Menentukan.

Aku ingin titip pesan pada para ikhwan yang sdh memutuskan hendak melontarkan perkataan ’ta’aruf’ pada seorang akhwat;
Bagi para ikhwan, pikirkanlah baik-baik, matang-matang, dan masak-masak sebelum menawarkan sebuah jalinan bernama ta’aruf. Jangan mudah melontarkannya jika tak ada komitmen dan kesungguhan untuk meneruskannya. Mengertilah keadaan akhwat. Antum tahu, bahwa sifat kaum hawa itu lebih sensitif. Akhwat mudah sekali terbawa perasaan. Disadari atau tidak, diakui atau tidak, akhwat adalah makhluk yang kadang mudah sekali GeEr, suka disanjung, suka diberi pujian apalagi diberi perhatian lebih.

Jadi saat kata ta’aruf atau mungkin khitbah itu keluar dari lisan seorang lelaki baik dan sholih seperti antum, tak ada alasan bagi akhwat untuk menolak. Karena jika akhwat menolak tanpa alasan yang jelas, maka hanya fitnah yang ada. Jadi, tolong tanyakan lagi pada diri antum, apakah kata-kata itu memang keluar dari lubuk hati antum yang terdalam? Apakah antum sudah memohon petunjuk kepada yang Maha Menguasai Hati? Apa antum benar-benar siap (ilmu, iman, mental, fisik, materi, dll) untuk menjalin ikatan suci bernama pernikahan? Sekali lagi, berhati-hatilah dengan kata ta’aruf. Karena ta’aruf adalah gerbang menuju pernikahan.

Proses ’ta’aruf’ menuju pernikahan memerlukan sebuah rentang waktu tertentu. Bila diibaratkan ta’aruf adalah pintu halaman ruman antum dan pernikahan adalah pintu rumah antum, kemudian timbul pertanyaan, berapa jauhkah jarak pintu gerbang menuju pintu rumah antum? padahal selama perjalanan akan banyak cobaan menghadang. Bunga-bunga indah di halaman rumah antum bisa membuat akhwat terpesona. Kolam ikan yang indah juga membuat akhwat terlena. Ingin sekali akhwat memetiknya, ingin sekali akhwat berlama-lama di sana menikmati keindahan dan kenikmatan yang antum sajikan. Tapi tdk berhak, karena belum mendapat izin dari si empunya rumah.

Akhwat ingin segera mencapai sebuah keberkahan, tapi di tengah jalan antum menyuguhkan keindahan-keindahan yang membuat akhwat lupa akan tujuan semula. Lebih menyakitkan lagi jika antum membuka gerbang itu lebar-lebar dan akhwatpun menyambut panggilan antum dengan hati berbunga-bunga. Tapi setelah akhwat mendekat dan sampai di depan pintu rumah antum, ternyata pintu rumah antum masih tertutup. Bahkan antum tak berniat membukakannya. Saat itulah hati akhwat hancur berkeping-keping. Setelah semua harapan terangkai, tapi kini semua runtuh tanpa sebuah kepastian. Atau mungkin antum akan membukakannya, tapi kapan? Antum bilang jika saatnya tepat. Lalu antum membiarkan akhwat menunggu di teras rumah antum dengan suguhan yang membuat akhwat kembali terbuai, tanpa ada sebuah kejelasan. Jangan biarkan akhwat berlama-lama di halaman rumah antum jika memang antum tak ingin atau belum siap membukakan pintu untuknya. Akhwat akan segera pulang karena mungkin saja salah alamat. Siapa tahu rumah antum memang bukan tempat berlabuhnya hati mereka. Ada rumah lain yang siap menjadi tempat bernaung mereka dari teriknya matahari dan derasnya hujan di luar sana. Mereka tak ingin mengkhianati calon suami mereka yang sebenarnya. Di istananya ia menunggu calon bidadarinya. Menata istananya agar tampak indah. Sementara mereka berkunjung dan berlama-lama di istana orang lain.

Akhi, sebelum ijab qobul itu keluar dari lisan antum, cinta adalah cobaan. Cinta itu akan cenderung pada nafsu. Cinta itu akan cenderung untuk mengajak berbuat maksiat . Itu pasti! Langkah-langkah syetan yang akan menuntunnya. Kita tentunya tdk mau memakai label ‘ta’aruf untuk membungkus suatu kemaksiatan bukan? Hati-hatilah dengan hubungan ta’aruf yang menjelma menjadi TTM (Ta’aruf Tapi Mesra). Tolong hargai akhwat sebagai saudara antum. Akhwat bukan kelinci percobaan. Akhwat punya perasaan yang tidak berhak antum buat ’coba-coba’. Pikirkanlah kembali. Mintalah petunjukNya. Jika antum memang sudah siap dan merasa mantap, segera jemput mereka.

Dan satu lagi yang perlu antum perhatikan adalah bagaimana cara antum menjemput. Tentunya kita menginginkan kata ’berkah’ di awal, di tengah, sampai di ujung pernikahan kan? Hanya ridho dan keberkahanNya lah yang menjadi tujuan. Pilihlah cara yang tepat dan berkah. Antum sudah merasa mantap pada akhwat itu. Antum yakin seyakin-yakinnya bahwa dialah bidadari yang akan menghias istana antum. Tapi antum tidak menggunakan cara yang tepat untuk menjemputnya. Sama halnya jika antum yakin dan mantap untuk menuju Surabaya. Tapi dari Jakarta antum salah memilih kendaraan, akibatnya antum gak akan pernah sampai ke Surabaya, malah nyasar. Ato kendaraannya sudah bener tapi nggak efektif. Terlalu lama di perjalanan. Masih keliling-keliling dulu. Akhirnya banyak waktu terbuang percuma selama perjalanan. Jadi, antum juga harus memikirkan cara yang baik/ahsan, tepat dan berkah agar bahtera rumah tangga antum berjalan di atas ridho dan keberkahanNya.

Posted in Akhlak | Leave a comment

Meminta Maaf Kepada Orang Lain dan Memaafkan Kesalahan Orang Lain

Meminta Maaf

Meminta maaf adalah tindakan yang mulia, karena dengan meminta maaf bisa mencairkan ketegangan yang mungkin terjadi. Tidak penting apakah orang yang kita mintakan maaf akan memaafkan atau tidak. Kewajiban kita hanyalah meminta maaf, soal dimaafkan atau tidak sudah bukan kewenangan kita lagi. Tapi tentunya, meminta maaf yang terbaik adalah yang tulus dari dalam hati. Bukan sekedar basa-basi atau pura-pura belaka hanya ingin menyenangkan orang tersebut.

Meminta maaf kadang memerlukan keberanian dan kebesaran jiwa, karena bisa jadi kita sudah melakukan perbuatan yang menyakitkan orang lain. Atau, saat meminta maaf ternyata kita harus membuka sebuah rahasia yang mungkin tidak disukai oleh orang yang kita mintakan maaf.

Kadangkala ada yang meminta maaf walaupun bukan dipihak yang bersalah. Ini sungguh luar biasa, tidak bersalah tetapi meminta maaf. Mungkin orang ini tidak mau memperpanjang masalah, atau mungkin berbesar hati menerima perlakuan orang lain justru dengan meminta maaf. Beberapa kejadian hal ini kadang malah menjadi pencair ketegangan yang luar biasa. Yang berbuat salah malah malu karena bukan dia yang meminta maaf.

Ada yang bersalah tapi tidak mau meminta maaf, mungkin karena gengsi, merasa jabatan dan kedudukan atau usia lebih tinggi, dll. Tetapi di atas semua itu yang paling buruk adalah ketika kita tidak merasa bersalah, padahal sudah jelas-jelas salah. Atau keras kepala tidak mau mengakui kesalahan dan tidak memiliki perasaan bersalah.

Semoga kita terlindung dari sifat keras kepala tidak memiliki perasaan bersalah.

Memaafkan Kesalahan Orang Lain (Pemaaf)

Salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur’an adalah sikap memaafkan.

Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al Araf [7] :199)

… dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An Nuur [24] :22)

Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al Qur’an akan merasa sulit memaafkan orang lain. Sebab mereka mudah marah terhadap kesalahan apa pun yang diperbuat. Padahal, Allah telah menganjurkan orang beriman bahwa memaafkan adalah lebih baik:

… dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14)

Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia. (Qur’an 42:43)

Berlandaskan hal tersebut, kaum beriman adalah orang-orang yang bersifat memaafkan, pengasih dan berlapang dada, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an, “…menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain.” (QS. Ali ‘Imraan, 3:134)

Posted in Akhlak | Leave a comment

Bersyukur

Posted in Akhlak | Leave a comment

Jujur

Posted in Akhlak | Leave a comment

Interaksi Dengan Lawan Jenis

1. Menundukan Pandangan / tidak memandang terus-menerus, lekat dan dalam.
2. Tidak berduan-duaan di tempat sunyi, jika di tempat ramai tidak berlama-lama.
3. Mengucapkan salam bila bertemu, selama tidak menimbulkan fitnah.
4. Tidak bertemu dengan alasan yang dibuat-buat / diada-adakan.
5. Berkomunikasi untuk hal-hal yang penting saja, topik tidak divergen (meluas), tidak continueslly (terus-menerus) dan berlarut-larut.
6. Tidak menggunakan bahasa yang tidak jelas / ambigu / menimbulkan prasangka baik maupun buruk dan melambungkan hati.
7. Tidak berkomunikasi (SMS, Telepon, MissedCalls, Chating, dll) diantara jam 21.00-waktu fajar, kecuali mendesak sekali dan berlangsung satu arah.
8. Menjaga hati dan Meluruskan Niat.

Posted in Artikel | Leave a comment

Sebelas Patriot

Judul : Sebelas Patriot
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pustaka Yogyakarta
Tanggal Terbit : Mei 2011
Jumlah Halaman : 125
Harga : Rp 39.000,00
Bonus CD

Letupkan Gelora Cinta Pada Indonesia

Penulis Tetralogi Laskar Pelangi Andrea Hirata meluncurkan novel baru berjudul Sebelas Patriot yang berisi kisah inspiratif tentang harapan terhadap sepak bola dan patriotisme.

“Dengan novel ini pembaca akan melihat bagaimana anak-anak pulau yang ingin jadi pemain bola dan membela bangsa,” kata Andrea dalam peluncuran buku Sebelas Patriot di dermaga Laskar Pelangi, Belitung, Jumat (10/6) malam.

Buku ini, lanjut dia, juga menggambarkan cinta seorang anak, seorang ayah, makna menjadi orang Indonesia, dan kegigihan menggapai mimpi. Ia mengakui, menulis novel ini dalam waktu singkat seperti halnya keenam novelnya yang lain. “Hanya 3 minggu karena saya hanya menggunakan waktu untuk menulis 10 persen dan 90 persen riset, tidak seperti halnya penulis yang lain lebih banyak untuk menulis,” katanya.

Andrea menegaskan, novelnya yang ketujuh ini tidak berdasarkan kisah nyata namun terinspirasi kisah nyata yakni terinspirasi ayahnya pada zaman Belanda di Belitong yang menjadi seorang pemain bola. Ia mengatakan, keinginan ayahnya adalah bisa bergabung dengan PSSI ketika itu, namun hingga akhir hayatnya keinginan itu tidak kesampaian.

Cita-cita ayahnya yang tidak kesampaian itu, ingin dibayar oleh Andrea menjadi pemain bola juga, dengan harapan bisa masuk timnas PSSI. Meski akhirnya tidak kesampaian juga. Bersama novel ini Andrea juga meluncurkan 3 lagu yang lirik dan aransemennya dibuatnya sendiri yang berjudul PSSI Aku Datang, Sebelas Patriot, dan Sorak Indonesia. Lagu-lagu itu adalah lagu rakyat yang didesain untuk dinyanyikan bersama-sama, lagu tentang semangat, demi meletupkan gelora cinta pada Indonesia, demi mendukung PSSI saat bertarung. Andrea Hirata mengajak seluruh rakyat Indonesia pecinta PSSI untuk menyebut diri mereka sebagai Patriot PSSI.

Lirik Lagu

Sebelas Patriot

00000 eeaaeeeooooo2x

Dari jauh kumelihat
Tak lepas ku memandang
11 patriot rapatkan barisan

Peluit berkumandang
Merah Putih Berkibar
Jantungku berdebar
Dadaku Bergetar

11 Patriot 11 bintang
Garang menyerang
Gagah Bertahan

11 Pahlawan 11 penantang
Kalahkan lawan
Rebut Kemenagan

Eoo waeo..o oo..waeoo..
Indonesia ku oo wa..e0o

Peluit berkumandang
Merah Putih Berkibar
Jantungku berdebar
Dadaku Bergetar

11 Patriot 11 bintang
Garang menyerang
Gagah Bertahan

11 Pahlawan 11 penantang
Kalahkan lawan
Rebut Kemenagan

Eoo waeo..o oo..waeoo..
Indonesia ku oo wa..e0o

PSSI Aku Datang

PSSI aku datang
PSSI engkau menang
Dari sabang sampai merauke
Semua datang hanya untukmu
PSSI kebanggaanku
Ku disini tuk mendukungmu

Merah Putih berkibar-kibar
Semangatmu berkobar-kobar
Di dadamu gagah garuda
Taklukanlah lawan-lawanmu

PSSI aku datang
PSSI engkau menang

Jangan gentar jangan menyerah
Pantang mundur bela Bangsamu
Ayo rakyat Indonesia
Teriakanlah bersamaku

PSSI aku datang
Indonesia engkau menang

Sorak Indonesia

Indoensia aku datang
Indonesia engkau menang
(diulang terus sampai selesai)

Sumber :
http://andrea-hirata.com/
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/06/11/233105/293/14/Andrea-Hirata-Luncurkan-Novel-Terbaru
http://www.bukukita.com/Buku-Akan-Datang/Bulan-JUNI-2011/92795-Sebelas-Patriot.html

Posted in Novel | Tagged , , , | Leave a comment