Kampung Naga dan Tugu Kujang Pusaka

Selamat Datang di Kampung Naga

Selamat Datang di Kampung Naga

Kampung Naga terletak di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Lokasi Kampung Naga tidak jauh dari jalan raya yang menghubungkan kota Garut dengan kota Tasikmalaya. Kampung ini berada di lembah yang subur, dengan batas wilayah, di sebelah Barat Kampung Naga dibatasi oleh hutan keramat karena di dalam hutan tersebut terdapat makam leluhur masyarakat Kampung Naga. Di sebelah Selatan dibatasi oleh sawah-sawah penduduk, dan di sebelah Utara dan Timur dibatasi oleh sungai Ciwulan yang sumber airnya berasal dari Gunung Cikuray di daerah Garut. Jarak tempuh dari Kota Tasikmalaya ke Kampung Naga kurang lebih 30 kilometer, sedangkan dari Kota Garut jaraknya 26 kilometer. Untuk menuju Kampung Naga dari arah jalan raya Garut-Tasikmalaya harus menuruni tangga yang sudah ditembok (Bahasa Sundanya sengked) sampai ke tepi sungai Ciwulan dengan kemiringan sekitar 45 derajat dengan jarak kira-kira 500 meter. Kemudian melalui jalan setapak menyusuri sungai Ciwulan sampai ke dalam Kampung Naga.

TUGU KUJANG PUSAKA

Tugu Kujang Pusaka Kampung Naga

Tugu Kujang Pusaka Kampung Naga

Kamis,16 April 2009 Tugu Kujang Pusaka Kampung Naga yang terletak di Kampung Naga di Desa Neglasari Kec Salawu Kab Tasikmalayaoleh diresmikan oleh Gubernur Ahmad Heryawan (2008 – 2013).

Bangunan tugu tersebut selain menjadi yang terbesar, juga menjadi lambang kuatnya budaya Sunda yang ada di Jawa Barat. Senjata Kujang memiliki makna yang sangat berarti bagi masyarakat sunda. Senjata kujang di masa lalu adalah senjata khas dan menjadi andalan “urang” Sunda dalam memperkuat mempertahankan diri saat bertempur.

Tinggi Tugu Kujang Pusaka diperkirakan mencapai 3 meter. Kujang raksasa tersebut ditopang oleh sebuah bangunan persegiempat yang terbuat dari beton. Kujang raksasa tersebut dibuat dan ditempa oleh 40 empu yang biasa membuat kujang. Selain itu, yang membuat kujang tersebut istimewa, karena bahan baku pembuatannya berasal dari leburan senjata pusaka yang dimiliki 900 Raja – Raja Sunda dan Raja – Raja Nusantara (Prabu Sri Pamekas yang memerintah tahun 1338 M dan Prabu Surya Amiluhur yang memerintah tahun 1248 M).

Pendirian Tugu Kujang di Kampung Naga memiliki 2 elemen yang sangat penting. Yakni, melambangkan kuatnya budaya Sunda dengan semangatnya yang membara dan juga melambangkan betapa tingginya penghargaan masyarakat kepada Kampung Naga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s